Kamis, 20 Juli 2017

ANGGARAN RUMAH TANGGA

ANGGARAN RUMAH TANGGA
BAB I
Pasal 1
KEANGGOTAAN
1.      Keanggotaan PILAR NUSANTARA diperoleh dengan cara:
a.    Mengisi Formulir permohonan menjadi anggota dengan dilampiri foto copy E-KTP, KK dan pas photo ukuran 3 X  4 sebanyak dua lembar.
b.    Menanda tangani Pakta Integritas
c.   Menerima Kartu Tanda Anggota yang diterbitkan oleh Pengurus Pusat PILAR NUSANTARA.
2.      Kewajiban Anggota:
a.     Mematuhi apa yang tercantum dalam Pakta Integritas
b.    Menghadiri pertemuan atau rapat yang diselenggarakan oleh PILAR NUSANTARA
c.     Ikut serta aktif melaksanakan program kerja PILAR NUSANTARA
d.    Membayar Iuran Anggota secara suka rela
3.      Hak Anggota:
a.     Boleh mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh PILAR NUSANTARA
b.    Mempunyai hak untuk mengetahui kondisi organisasi PILAR NUSANTARA
c.     Mempunyai hak untuk dipilih dan memilih
d.    Mempunyai hak untuk berbicara dan menyatakan pendapat
e.     Membela diri dari kesalahan organisasi yang disangkakan kepadanya
f.     Mempunyai hak untuk mendapat perlakuan yang sama dengan anggota yang lain.
4.      Keanggotaan akan berakhir apabila:
a.     Yang bersangkutan menyatakan mengundurkan diri
b.    Meninggal dunia
c.     Diberhentikan keanggotaannya.

Pasal 2
KEPENGURUSAN
1.      Susunan Pengurus Pusat ( PP ) PILAR NUSANTARA adalah sebagai berikut:
a.     Ketua Umum
b.    Wakil Ketua Umum
c.     Sekretaris Umum
d.    Wakil Sekretaris Umum
e.     Bendahara Umum
f.     Wakil Bendahara Umum
g.    Ketua-ketua Bidang
h.    Sekretaris-sekretaris Bidang
i.      Bendahara-bendahara Bidang

2.      Susunan Pengurus Wilayah ( PW ) PILAR NUSANTARA terdiri dari:
a.    Ketua
b.    Wakil Ketua
c.    Sekretaris
d.   Wakil Sekretaris
e.    Bendahara
f.     Wakil Bendahara
g.    Ketua-ketua Bagian
h.    Sekretaris-sekretaris Bagian
i.      Bendahara-bendahara Bagian
3.      Susunan Pengurus Daerah  ( PD ) PILAR NUSANTARA terdiri dari:
a.     Ketua
b.    Sekretaris
c.     Bendahara
d.    Ketua-ketua Seksi

Pasal 3
PERSYARATAN PENGURUS
1.      Aktif menjadi anggota sekurang-kurangnya selama 3 ( tiga ) tahun.
2.      Memiliki kemauan dan kemampuan berorganisasi
3.      Bersedia meluangkan waktu dan sanggup bekerja secara kolektif kolegial bersama pengurus lainnya untuk memajukan PILAR NUSANTARA

Pasal 4
MASA JABATAN KEPENGURUSAN
1.      Masa jabatan kepengurusan PILAR NUSANTARA adalah selama 3 ( tiga ) tahun
2.      Apabila ada pergantian kepengurusan sebelum masa jabatan berakhir, maka akan diisi oleh pengurus pengganti antar waktu ( PAW ) yang ditetapkan oleh Pengurus Pusat
3.      Pengurus pengganti antar waktu menjabat selama sisa waktu masa jabatan pengurus yang digantikannya.
4.      Dalam hal ada pergantian Ketua Umum sebelum masa jabatannya berakhir maka akan diisi oleh seorang pelaksana tugas ( PLT ) yang diangkat dan di sah kan oleh Dewan Kehormatan PILAR NUSANTARA.
5.      PLT Ketua Umum menjabat selama sisa waktu masa jabatan Ketua Umum yang digantikannya.
6.      Dalam hal ada pergantian Ketua Pengurus Wilayah atau Ketua Pengurus Daerah sebelum masa jabatannya berakhir maka akan diisi oleh seorang pelaksana tugas ( PLT ) yang diangkat dan disah kan oleh Pengurus Pusat.
7.      PLT Ketua Pengurus Wilayah atau PLT Ketua Pengurus Daerah menjabat selama sisa waktu masa jabatan Ketua Pengurus Wilayah  atau Ketua Pengurus Daerah  yang digantikannya.
Pasal 5
PERGANTIAN KEPENGURUSAN
Pergantian kepengurusan terjadi karena:
1.      Yang bersangkutan mengundurkan diri
2.      Diberhentikan dari jabatannya
3.      Meninggal dunia
4.      Masa jabatannya sudah berakhir


BAB II
MUSYAWARAH dan RAPAT ORGANISASI
Pasal 6
MUSYAWARAH
1.      Musyawarah Pusat ( Mussat ) PILAR NUSANTARA diikuti oleh:
a.     Peserta yang mempunyai hak untuk dipilih dan memilih terdiri dari seluruh Pengurus Pusat dan perwakilan Pengurus Wilayah serta perwakilan Pengurus Daerah ditambah perwakilan Badan atau Biro yang dibentuk oleh PILAR NUSANTARA.
b.    Peninjau yang terdiri dari Dewan Pendiri, Dewan Penasehat serta seluruh anggota PILAR NUSANTARA yang hadir
c.     Tamu Undangan yang terdiri dari perwakilan instansi atau lembaga pemerintah dan swasta maupun perorangan.
2.      Musyawarah Wilayah ( Muswil )diikuti oleh:
a.     Peserta yang punya hak memilih dan dipilih yang terdiri dari seluruh Pengurus Wilayah dan perwakilan Pengurus Daerah  diwilayahnya.
b.    Peninjau yang terdiri dari perwakilan Pengurus Pusat dan seluruh anggota yang ada di wilayahnya.
c.     Tamu undangan yang terdiri dari perwakilan lembaga atau instansi di wilayahnya serta perorangan.
3.      Musyawarah Daerah  ( Musda ) diikuti oleh:
a.     Peserta yang mempunyai hak memilih dan dipilih yang terdiri dari seluruh Pengurus Daerah dan anggota yang ada di daerahnya.
b.    Peninjau yang terdiri dari perwakilan Pengurus Pusat dan perwakilan Pengurus Wilayah
c.     Tamu undangan yang terdiri dari perwakilan lembaga atau instansi didaerahnya dan perorangan.
4.      Mussat, Muswil, dan Musda dinyatakan sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya  60 ( enam puluh ) % dari jumlah peserta.
5.      Keputusan Mussat, Muswil dan Musda dinyatakan sah apabila disetujui oleh sekurang-kurangnya setengah dari jumlah yang hadir ditambah satu.


Pasal 7
RAPAT ORGANISASI
1.      Rapat Paripurna:
a.     Rapat Paripurna dinyatakan sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya 60 ( enam puluh ) % dari jumlah peserta.
b.    Keputusan Rapat Paripurna dinyatakan sah apabila disetujui oleh sekurang-kurangnya setengah dari peserta yang hadir ditambah satu.
2.      Rapat Koordinasi Khusus:
a.     Rapat Koordinasi Khusus dinyatakan sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya 60     ( enam puluh ) % dari jumlah peserta.
b.    Keputusan Rapat Koordinasi Khusus dinyatakan sah apabila disetujui oleh sekurang-kurangnya setengah dari jumlah peserta yang hadir ditambah satu.
3.      Rapat Pengurus:
a.     Rapat Pengurus dinyatakan sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya 60 ( enam puluh ) % dari jumlah pengurus yang ada.
b.    Keputusan Rapat Pengurus dinyatakan sah apabila disetujui oleh sekurang-kurangnya setengah dari jumlah pengurus  yang hadir ditambah satu.


BAB III
PENUTUP
Pasal 8
1.      Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini diatur dalam Peraturan Organisasi  dan Keputusan Pengurus Pusat PILAR NUSANTARA.
2.      Anggaran Rumah Tangga Forum Peduli Kebangsaan PILAR NUSANTARA ini mulai berlaku sejak ditetapkan.


Ditetapkan di Kota Surakarta pada tanggal 16 Mei 2017
Forum Peduli Kebangsaan
PILAR NUSANTARA
Ketua Umum
Sekretaris Umum





FX. HARTONO SUGIARTO
H. ZAENAL ABIDIN, S.E

Tidak ada komentar:

Posting Komentar